Evaluasi Kinerja Pengelola Pasar Rau, Dewan Bakal Bentuk Pansus

BY

Kota Serang – Pasca pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), DPRD Kota Serang akan segera membentuk Panitia Khusus (Panus) untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan Pasar Induk Rau PT Pesona Banten Persada yang dinilai buruk.

Hal itu dilakukan unultuk mempertimbangkan kelanjutan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak pengelola pasar dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengingat pada tahun 2020 mendatang kontrak tersebut akan habis.

Ketua DPRD Kota Serang sementara Budi Rustandi mengatakan, pihaknya akan merekomendasikan pembentukan Pansus untuk meninjau kinerja pengelolaan pasar Rau yang dinilai belum maksimal, terlebih pengelola pasar dalam kurun beberapa tahun terakhir pasar Rau menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Lebih baik kita Pansuskan agar kita dalam masalahnya lebih utuh, cuna tentunya kita akan mengutamakan pembentukan AKD, setelah itu nanti kita langsung bentuk,” Ketua DPRD Kota Serang sementera,  Budi Rustandi, Selasa (10/9/2019).

Dalam pansus, selain pembahasan kinerja pihaknya juga akan mempertimbangkan kelanjutan MoU antara PT Pesona Banten Persada dengan Pemkot Serang. karena sampai saat ini pihak pengelolaan pasar tidak bisa menyelesaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yangbtelah ditentukan oleh Pemkot Serang.

Maka, lanjut Politisi Partai Gerinda itu, Pembentukan Pansus dalam meninjau evaluasi kinerja pengelolaan pasarbaru sangatlah urgen.”Di Pansus nanti akan membahas juga apakah kontrak ini diperpanjang atau diputus berdasarkan temuan masalah dilapangan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Pesona Banten Persada Ovi Hurrotunnufus mengatakan, mengenai perubahan MOU antara pihaknya dan Pemkot Serang untuk dilakukan evaluasi serta perubahan, ia mengatakan perusahaannya tersebut selalu diaudit secara rutin oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), seperti tahun 2015 sampai 2018. “Kami selalu diaudit oleh BPK setiap tahunnya. Jadi kalaupun ada pansus silahkan. Karena kami tiap tahunnya diaudit,” ucapnya.

Pansus itu sendiri dibuat untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kontrak yang akan habis pada 2020. Kemudian, dewan menganggap kalau PT Pesona Banten Persada tidak sesuai ekspetasi karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya tidak mencapai target, tanggapannya.

“Dari kepemimpinan saya pada tahun 2017, itu sudah melakukan pembenahan internal karena adanya oknum-oknum internal yang bermain. Dan saya sudah melakukan pembenahan. Saya pastikan oknum yang bermain itu sudah tidak ada lagi,” tuturnya.(Lb/Ar/Red)

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami