Berantas Penyakit Masyarakat, Jaman Tegaskan Tutup Permanen Tempat Hiburan Ilegal

Serang, Liputanbanten.co.id – Walikota Serang Tb Haerul Jaman dalam waktu dekat akan melakukan monitoring langsung ke tempat-tempat hiburan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberantasan penyakit masyarakat di Kota Serang.

“Supaya tempat-tempat yang menyalahgunakan izin menjadi tempat hiburan dapat ditertibkan. Makanya saya siap untuk memantaunya langsung,” kata Jaman, kemarin.

Seperti diketahui sebelumnya, petugas Satpol PP sendiri sudah beberapa kali melakukan penertiban hingga menyegel sejumlah tempat hiburan yang dinilai menyalahi aturan.

Jaman mengimbau kepada seluruh pemilik tempat hiburan dan penginapan di Kota Serang untuk menata kembali sesuai aturan yang berlaku di pemkot Serang.

“Sekali lagi saya menegaskan kepada semua pihak pengusaha agar dapat mengambilkan izin sesuai dengan peraturan Pemkot Serang. Sebelum tempat usaha anda ditutup selamanya,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk berperan dalam pemberantasan penyakit masyarakat seperti minuman keras, wanita penghibur dan tempat-tempat lain yang bertentangan dengan peraturan serta kultur Kota Serang. “Biar bisa langsung kita berikan tindakan,” cetusnya.

Sebelumnya keinginan untuk menutup tempat hiburan ilegal yang beroperasi di Kota Serang semakin kuat. Sejumlah instansi di lingkungan Pemkot Serang mulai merapatkan barisan untuk menertibkan pelanggaran izin usaha yang dilakukan tempat-tempat hiburan berkedok restoran, hotel dan cafe.

Desakan untuk menutup tempat hiburan ilegal datang dari sejumlah pihak, termasuk Polres Serang, Dandim 0602/Serang hingga tokoh-tokoh masyarakat di Kota Serang. Mereka menilai keberadaan tempat-tempat hiburan itu ielgal dan rawan menimbulkan gesekan.

Keinginan sejumlah pihak itu kemudian direspon oleh Pemkot Serang, salah satunya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang. Instansi yang mengurusi perijinan usaha itu menyatakan siap mencabut izin usaha dari sekitar 10 tempat hiburan ilegal di Kota Serang.

Sebelumnya Kepala BPTPM Kota Serang, Mamat Hambali mengatakan, sepuluh tempat hiburan yang dioperasikan di dalam hotel, restoran dan cafe tersebar di bilangan Royal, bilangan Pakupatan dan bilangan di Pasar Induk Rau. (Lb/Herlin)